CP & ATP

Fase F

Kriya Kreatif Logam Dan Perhiasan

Capaian Umum

Pada akhir fase F, peserta didik mendapatkan gambaran mengenai program keahlian desain dan produksi kriya yang dipilihnya, sehingga mampu menumbuhkan passion dan vision untuk merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar. Pada aspek soft skill peserta didik akan mampu menerapkan budaya kerja sesuai tuntutan pekerjaan, memahami konsep diri yang positif sesuai standar K3 dan 5R dalam desain dan produksi kriya, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah dan mencari solusi, konsisten menerapkan budaya kerja dalam berkesenian. Pada aspek hard skill peserta didik mampu memahami elemen-nelemen pada Mata pelajaran Kriya Kreatif Logam dan Perhiasan.

Capaian per Elemen

Pembuatan perhiasan

Pada akhir fase F, peserta didik dapat memotong, menekuk, pencanaian bahan logam kawat diameter 1 mm sampai dengan 3 mm, melakukan pencanaian dengan teknik menggilas di antara dua landasan baja yang berputar (rolling mill) untuk mengejar bentuk yang diinginkan, melakukan pencanaian dengan teknik menarik logam dari suatu plat baja yang berlubang, kerja dasar perhiasan tanpa permata, perhiasan dengan batu mulia potongan polos (potongan batu cembung), dan perhiasan dengan batu permata potongan bersegi (potongan batu segi). Peserta didik mampu melakukan pematrian dengan teknik patri keras, melakukan pengecoran perhiasan, melakukan pemolesan dengan mesin poles, yang merupakan bagian dari proses finishing produk kriya logam, dan melakukan pelapisan pelindung permukaan logam (coating). Peserta didik dalam berkarya membiasakan penerapan Prosedur Operasional Standar (POS) yang berlaku pada lingkungan kerja pembuatan perhiasan.

Dekorasi dan Kethok Pembentukan

Pada akhir fase F, peserta didik dapat mengukir pada logam pelat, mengetsa pada plat logam, melakukan pemolesan dengan mesin poles, yang merupakan bagian dari proses finishing produk kriya logam, dan melakukan pelapisan pelindung permukaan logam (coating). Peserta didik dalam berkarya membiasakan penerapan POS yang berlaku pada lingkungan kerja dekorasi dan kethok pembentukan.

Pengecoran Logam

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pengecoran dengan teknik cetak pasir, melakukan pemolesan dengan mesin poles, yang merupakan bagian dari proses finishing produk kriya logam, melakukan pewarnaan dalam proses penghiasan produk kriya logam, dan melakukan pelapisan pelindung permukaan logam (coating). Peserta didik dalam berkarya membiasakan penerapan POS yang berlaku pada lingkungan kerja pengecoran logam.

Pengelasan dan Pembubutan

Pada akhir fase F, peserta didik dapat mengoperasikan teknik pengelasan dengan las oxyacetylene pada logam fero yang merupakan bagian dari proses perakitan komponen-komponen produk kriya logam, mengoperasikan teknik pengelasan dengan las listrik (busur) pada logam fero yang merupakan bagian dari proses perakitan komponen-komponen produk kriya logam, melakukan pewarnaan dalam proses penghiasan produk kriya logam. Peserta didik juga mampu mengoperasikan teknik pembubutan, proses membubut rata, membubut bertingkat, dan membubut bentuk konis melakukan pewarnaan dengan teknik semprot (spray gun) dalam proses penghiasan produk kriya logam. Peserta didik dalam berkarya membiasakan penerapan POS yang berlaku pada lingkungan kerja pengelasan dan pembubutan.